"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran [3] : 104)
Tuhan
Puasa adalah amalan yang sangat utama. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. Setelah kita menunaikan yang wajib, maka alangkah bagusnya kita bisa menyempurnakannya dengan amalan yang sunnah. Ketahuilah bahwa puasa sunnah nantinya akan menambal kekurangan yang ada pada puasa wajib. Oleh karena itu, amalan sunnah sudah sepantasnya tidak diremehkan.
Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya “istirahat” karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi, shalat tarawih dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.
Optimalisasi Ramadhan sebagai Sarana Tazawwud Ruhi
Puasa merupakan jenis amalan yang paling utama dan dipilih oleh Allah untuk diri-Nya. Hal ini telah disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.
Waktu-waktu dilarang melakukan shalat dapat diklasifikasikan menjadi lima waktu:
1. Sesudah shalat Ashar hingga matahari menguning.
2. Sesudah shalat Shubuh hingga matahari terbit.
3. Menjelang shalat Dhuhur hingga matahari condong ke arah Barat (sekitar 10 menit sebelum waktu adzan Dhuhur).
4. Mulai matahari berwarna kuning hingga tenggelamnya.
5. Mulai matahari terbit hingga naik setinggi tombak (sekitar 10 mnt.)
mungkin, kalian sudah tahu bahwa kita sebaiknya menanyakan kebenaran suatu hukum berdasarkan Dalilnya-dalilnya. berikut ini saya coba paparkan berbagai dalil yang berkenaan dengan waktu yang terlarang di atas, sbb :
Sifat sabar merupakan kunci dari segala kesuksesan dan keberhasilan. Sabar dalam menerima nikmat, serta sabar dalam menerima musibah atau cobaan. Itulah sebabnya Allah menyatakan, bahwa orang yang sabar selalu disisi-Nya. "Sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar." Di dalam beribadahpun kita harus sabar, seperti berpuasa (shaum), shalat, serta menunaikan ibadah haji.
Sabar dan terus bersabar dengan segala sesuatu yang
Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu dan utk mengetahui perbedaan antara definisi Alquran dgn hadis qudsi dan hadis nabawi di sini kami kemukakan dua definisi.
Hadis Nabawi Hadits dalam arti bahasa lawan dari kata qadim . Dan yg dimaksud hadis ialah tiap kata-kata yg diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengarannya maupun wahyu; baik dalam keadaan jaga maupun dalam keadaan tidur. Dalam pengertian ini Alquran dinamakan hadis.
Hadis siapakah yg lbh benar selain dari pada Allah? {An-Nisa 87}.
Begitu